Kenapa Lamaran Kerja Hotel Tidak Dipanggil HRD? Ini Penyebab dan Solusinya
Mengirim lamaran kerja ke hotel, restoran, atau perusahaan pariwisata memang terlihat mudah. Tinggal siapkan CV, kirim email, lalu menunggu panggilan interview. Namun kenyataannya, banyak pelamar yang sudah mengirim lamaran berkali-kali tetapi tetap tidak mendapatkan balasan dari HRD.
Apakah itu berarti kamu tidak layak bekerja di hotel? Belum tentu.
Dalam proses rekrutmen, HRD biasanya menerima banyak sekali lamaran untuk satu posisi. Apalagi untuk posisi yang cukup populer seperti Waiter, Receptionist, Housekeeping, Cook, Barista, Front Office, Admin, Engineering, dan posisi operasional lainnya. Karena jumlah pelamar cukup banyak, HRD biasanya akan melakukan seleksi awal dengan cepat.
Jika dari awal lamaran kamu terlihat kurang rapi, tidak sesuai format, atau tidak sesuai dengan posisi yang dibutuhkan, kemungkinan besar lamaran tersebut tidak akan masuk ke tahap interview.
Berikut beberapa alasan kenapa lamaran kerja hotel tidak dipanggil HRD dan bagaimana cara memperbaikinya.
1. CV Terlihat Kurang Rapi dan Tidak Profesional
CV adalah kesan pertama yang dilihat oleh HRD. Sebelum bertemu langsung dengan kandidat, HRD akan menilai dari tampilan dan isi CV terlebih dahulu.
Masalah yang sering terjadi adalah CV terlalu ramai, font sulit dibaca, informasi berantakan, foto kurang profesional, atau pengalaman kerja tidak dijelaskan dengan jelas. Ada juga pelamar yang membuat CV terlalu panjang, padahal informasi pentingnya justru sulit ditemukan.
Untuk melamar kerja di hotel, CV tidak harus terlalu mewah. Yang terpenting adalah rapi, mudah dibaca, dan informasinya jelas.
Pastikan CV kamu berisi:
- Nama lengkap
- Nomor WhatsApp aktif
- Email aktif
- Alamat domisili
- Pengalaman kerja
- Pendidikan terakhir
- Skill yang relevan
- Foto profesional jika diperlukan
Untuk posisi hotel dan restoran, pengalaman kerja sebaiknya ditulis dengan jelas. Misalnya, pernah bekerja sebagai Waiter selama 2 tahun, pernah menangani breakfast service, banquet, cashiering, atau customer service.
Jangan hanya menulis nama perusahaan saja tanpa menjelaskan tugas pekerjaanmu.
2. Subject Email Tidak Sesuai Instruksi
Ini salah satu kesalahan yang sangat sering terjadi.
Banyak lowongan kerja hotel mencantumkan format subject email, misalnya:
Nama - Posisi
Contoh:
Andi Pratama - Waiter
Namun masih banyak pelamar yang mengirim email dengan subject asal-asalan, seperti:
- Lamaran kerja
- CV saya
- Apply job
- Info loker
- Butuh kerja
Bagi HRD, subject email sangat penting untuk memudahkan proses sortir lamaran. Jika subject tidak sesuai instruksi, lamaran kamu bisa saja terlewat atau tidak terbaca.
Jadi, sebelum mengirim lamaran, baca kembali informasi lowongan dengan teliti. Jika ada instruksi format subject, ikuti persis seperti yang diminta.
3. Body Email Terlalu Kosong atau Terlalu Panjang
Selain CV, body email juga perlu diperhatikan. Ada pelamar yang hanya mengirim attachment tanpa menulis apa pun di body email. Ada juga yang menulis terlalu panjang sampai terlihat tidak efektif.
Body email lamaran kerja hotel sebaiknya singkat, sopan, dan jelas.
Contoh body email yang simple:
Yth. Bapak/Ibu HRD,
Dengan hormat,
Saya bermaksud mengajukan lamaran kerja untuk posisi Waiter. Saya memiliki pengalaman kurang lebih 3 tahun di bidang pelayanan restoran dan hotel.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan CV dan dokumen pendukung pada email ini.
Besar harapan saya untuk mendapatkan kesempatan mengikuti proses seleksi lebih lanjut.
Terima kasih.
Hormat saya,
Nama Kamu
Body email seperti ini sudah cukup. Tidak perlu terlalu panjang, tetapi tetap terlihat profesional.
4. Tidak Mengikuti Syarat yang Diminta
Setiap lowongan kerja biasanya memiliki persyaratan tertentu. Misalnya minimal pengalaman 1 tahun, bisa berbahasa Inggris, bersedia bekerja shifting, domisili di area tertentu, atau memiliki pengalaman di posisi yang sama.
Masalahnya, banyak pelamar tetap mengirim lamaran meskipun tidak memenuhi syarat utama. Misalnya lowongan membutuhkan pengalaman sebagai Front Office, tetapi pelamar belum pernah bekerja di bidang tersebut sama sekali dan tidak menjelaskan alasan kenapa tetap melamar.
Bukan berarti kamu tidak boleh mencoba. Namun, jika pengalamanmu belum sesuai, sebaiknya jelaskan skill yang masih relevan.
Contohnya, jika kamu belum pernah menjadi Receptionist hotel tetapi pernah bekerja sebagai Customer Service, kamu bisa menonjolkan kemampuan komunikasi, handling complaint, administrasi, dan pelayanan tamu.
HRD akan lebih mudah melihat potensi kamu jika hubungan antara pengalaman dan posisi yang dilamar dijelaskan dengan baik.
5. Melamar Posisi yang Tidak Sesuai Pengalaman
Banyak pelamar mengirim lamaran ke semua posisi tanpa mempertimbangkan pengalaman dan kemampuan. Misalnya, pengalaman sebelumnya sebagai Steward, tetapi melamar sebagai Sales Executive tanpa pengalaman sales sama sekali.
Hal seperti ini bisa membuat HRD merasa kandidat tidak membaca lowongan dengan serius.
Sebelum melamar, coba perhatikan apakah pengalamanmu masih relevan dengan posisi tersebut. Jika ingin berpindah bidang, buat CV dan body email yang menjelaskan alasan perpindahan karier secara singkat.
Misalnya dari Waiter ingin menjadi Front Office, kamu bisa menonjolkan pengalaman berinteraksi dengan tamu, komunikasi, grooming, dan pelayanan.
6. Foto atau Dokumen Kurang Profesional
Untuk industri hotel dan pariwisata, penampilan profesional cukup penting. Bukan berarti harus terlihat sempurna, tetapi harus rapi dan sopan.
- Hindari menggunakan foto selfie, foto dengan filter berlebihan, foto santai, atau foto yang tidak sesuai untuk keperluan kerja.
- Gunakan foto dengan pakaian rapi, wajah terlihat jelas, dan background sederhana.
Selain itu, pastikan dokumen yang dikirim juga rapi. Jika mengirim file PDF, beri nama file yang jelas.
Contoh nama file yang baik:
CV - Andi Pratama - Waiter.pdf
Hindari nama file seperti:
- CV baru fix banget.pdf
- scan123.pdf
- dokumen kerja.pdf
- file lamaran.pdf
Nama file yang rapi akan membantu HRD mengenali dokumen kamu dengan lebih mudah.
7. Nomor WhatsApp atau Email Tidak Aktif
Ini terlihat sepele, tetapi sangat penting.
Ada pelamar yang sudah sesuai kualifikasi, tetapi sulit dihubungi. Nomor WhatsApp tidak aktif, email jarang dicek, atau pesan dari HRD tidak dibalas dengan cepat.
Dalam proses rekrutmen hotel, HRD sering membutuhkan respon cepat. Apalagi jika posisi tersebut harus segera diisi.
Pastikan nomor WhatsApp yang kamu tulis di CV aktif dan mudah dihubungi. Gunakan juga nama profil WhatsApp yang sopan. Hindari nama profil yang terlalu bercanda atau tidak profesional.
Selain itu, cek email secara rutin setelah mengirim lamaran.
8. Mengirim Lamaran Terlalu Lama Setelah Lowongan Dibuka
Lowongan kerja hotel kadang diproses dengan cepat. Jika kebutuhan karyawan mendesak, HRD bisa langsung memanggil kandidat yang melamar lebih awal.
Jika kamu baru melamar beberapa hari atau minggu setelah lowongan dibuka, bisa saja posisi tersebut sudah hampir terisi.
Karena itu, jika melihat lowongan yang cocok, jangan menunda terlalu lama. Segera siapkan CV yang rapi dan kirim lamaran sesuai instruksi.
Namun, tetap pastikan lamaranmu benar. Jangan terburu-buru sampai lupa melampirkan CV atau salah menulis subject email.
9. CV Tidak Menjelaskan Skill yang Dibutuhkan Hotel
Industri hotel dan restoran sangat memperhatikan skill pelayanan. Sayangnya, banyak CV hanya mencantumkan riwayat kerja tanpa menjelaskan kemampuan yang dimiliki.
Beberapa skill yang bisa ditulis di CV, misalnya:
- Customer service
- Handling complaint
- Communication skill
- Teamwork
- Cashiering
- Upselling
- Banquet service
- Table set up
- Room cleaning
- Grooming standard
- Microsoft Office
- Bahasa Inggris dasar
Sesuaikan skill dengan posisi yang kamu lamar. Jika melamar sebagai Waiter, tuliskan skill yang berkaitan dengan pelayanan tamu, restoran, dan komunikasi. Jika melamar sebagai Housekeeping, tuliskan kemampuan membersihkan kamar, public area, linen, dan standard kebersihan.
10. Posisi Sudah Terisi
Tidak semua lamaran yang tidak dibalas berarti CV kamu buruk. Bisa saja posisi tersebut memang sudah terisi.
Dalam dunia rekrutmen, terkadang lowongan masih terlihat beredar, tetapi kandidat sudah masuk tahap final. Ada juga lowongan yang dibuka untuk mengumpulkan database kandidat.
Jadi, jika kamu tidak dipanggil, jangan langsung merasa gagal. Tetap evaluasi lamaranmu, perbaiki CV, dan coba lagi di kesempatan berikutnya.
Cara Agar Lamaran Kerja Hotel Lebih Dilirik HRD
Setelah mengetahui beberapa penyebab di atas, berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar lamaran kerja lebih menarik perhatian HRD.
- Pertama, gunakan CV yang sederhana, rapi, dan mudah dibaca. Tidak perlu desain yang terlalu ramai. Yang penting informasi utama terlihat jelas.
- Kedua, selalu baca instruksi lowongan dengan teliti. Perhatikan posisi, syarat, alamat email, batas pengiriman, dan format subject email.
- Ketiga, buat body email yang singkat dan sopan. Jangan kosongkan body email, tetapi juga jangan menulis terlalu panjang.
- Keempat, sesuaikan CV dengan posisi yang dilamar. Jika melamar sebagai Waiter, tonjolkan pengalaman pelayanan. Jika melamar sebagai Front Office, tonjolkan komunikasi, administrasi, dan kemampuan menghadapi tamu.
- Kelima, pastikan nomor WhatsApp dan email aktif. Jangan sampai HRD tertarik dengan CV kamu tetapi tidak bisa menghubungi kamu.
- Keenam, lamar posisi yang realistis sesuai pengalaman. Jika ingin pindah bidang, jelaskan skill yang masih berhubungan dengan posisi baru tersebut.
Contoh Format Email Lamaran Kerja Hotel
Berikut contoh format sederhana yang bisa digunakan:
Subject Email:
Nama - Posisi yang Dilamar
Contoh:
Andi Pratama - Waiter
Body Email:
Yth. Bapak/Ibu HRD,
Dengan hormat,
Saya bermaksud mengajukan lamaran kerja untuk posisi Waiter. Saya memiliki pengalaman kurang lebih 3 tahun di bidang pelayanan restoran dan hotel.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan CV dan dokumen pendukung pada email ini.
Besar harapan saya untuk mendapatkan kesempatan mengikuti proses seleksi lebih lanjut.
Terima kasih.
Hormat saya,
Andi Pratama
Kesimpulan
Lamaran kerja hotel yang tidak dipanggil HRD bukan selalu berarti kamu tidak layak bekerja. Bisa saja masalahnya ada pada CV yang kurang rapi, subject email tidak sesuai, body email kosong, pengalaman tidak dijelaskan dengan baik, atau nomor kontak yang sulit dihubungi.
Dalam dunia kerja hotel dan pariwisata, kesan pertama sangat penting. Mulai dari CV, cara mengirim email, sampai cara berkomunikasi dengan HRD harus terlihat profesional.
Jika kamu sedang mencari loker hotel, loker restoran, atau lowongan kerja pariwisata Indonesia, pastikan kamu tidak hanya rajin melamar, tetapi juga memperbaiki cara melamar.
Semakin rapi dan jelas lamaran kamu, semakin besar peluang untuk dilirik oleh HRD.
