Dalam dunia kerja, terutama bagi kamu yang sedang mencari loker pariwisata atau lowongan kerja pariwisata Indonesia, memahami jenis perjanjian kerja adalah hal yang sangat penting. Dua istilah yang sering muncul adalah PKWT dan PKWTT.
Banyak kandidat hanya fokus pada posisi dan gaji, tanpa memperhatikan status kerja. Padahal, status ini sangat berpengaruh terhadap hak, keamanan kerja, dan masa depan kariermu.
Apa Itu PKWT?
PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) adalah sistem kerja kontrak dengan jangka waktu tertentu.
Karakteristik PKWT:
Berlaku untuk pekerjaan sementara atau proyek tertentu
Memiliki batas waktu yang jelas
Harus dibuat secara tertulis
Tidak bersifat tetap atau berkelanjutan
Durasi:
Maksimal 5 tahun (termasuk perpanjangan)
Hak Pekerja:
Upah sesuai perjanjian
BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
Uang kompensasi saat kontrak berakhir
Catatan Penting:
PKWT tidak boleh digunakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap. Ini sering menjadi isu dalam beberapa lowongan kerja pariwisata Indonesia, jadi penting untuk kamu cek sebelum menerima offer.
Apa Itu PKWTT?
PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) adalah status karyawan tetap tanpa batas waktu.
Karakteristik PKWTT:
Tidak ada batas waktu kerja
Digunakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap
Bisa ada masa probation (maksimal 3 bulan)
Hak Pekerja:
Gaji dan tunjangan
BPJS
Pesangon jika terjadi PHK
Penghargaan masa kerja
Uang pensiun
Keunggulan:
Lebih stabil
Perlindungan hukum lebih kuat
|
|
|
|---|---|---|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Mana yang Lebih Baik untuk Karier Pariwisata?
- Staff event / project hotel
- Seasonal worker (peak season)
- Daily worker / casual staff
- PKWTT biasanya untuk:
- Staff tetap hotel (front office, HR, accounting)
- Supervisor dan manajerial
- Posisi jangka panjang
Tips Saat Melamar Lowongan Kerja Pariwisata
- Tanyakan status kerja (PKWT atau PKWTT)
- Pastikan kontrak jelas dan tertulis
- Cek hak seperti BPJS dan kompensasi
- Hindari kontrak berulang tanpa kejelasan
- Pilih sesuai kebutuhan kariermu (stabil vs fleksibel)
